بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
*Malam* mencekam bersama semilirnya angin malam yang dingin menerpa menambah kesyahduan suasana mihrab suci . Di atas hamparan sajadah tuk mengetuk pintu langit dengan untaian bait do'a yang tersusun seindah syair pujangga, mewakili hasrat, asa, serta keluh kesah yang memenuhi relung kalbu, karena kutahu bahwa sepandai-pandainya aku menyembunyikan apa yang kurasakan dan memanipulasinya dengan menebar senyuman, tetaplah Dia satu-satunya Dzat yang mengetahui apa yang tersembunyi di dalam lubuk hati yang terdalam sekalipun.
*Dingin* tak menyurutkanku untuk menyibakkan air wudhu tuk melunturkan debu-debu dosa yang tertoreh selama pertualangan siang tadi yang menyisakan catatan pada kiraman kaatibin. Hangatnya bulu polar bear yang setia menemani pertualanganku di dunia mimpi, menembus dinginnya malam dan menembus cakrawala bawah sadar dengan rangkaian kisah-kisah yang tak terbayangkan sebelumnya, segera kusibakkan dan kuganti dengan hangatnya rukuh yang menyelimuti sekujur tubuh sebagai kostum kebesaran untuk bersimpuh di hadapan Rabbku.
*Sepi* membuat aku bisa berkontemplasi dan muhasabah diri dari segala kenakalan-kenakalan hati untuk mengikuti bisikan yang senantiasa merasuki jiwa insani. Keheningan yang membawa relaksasi sehingga pikiran jernih muncul berkilau hingga membias menjadi pelita yang menerangi hati yang hampa dan menggerakkan bibir tuk selalu berdzikir dengan memuji nama Tuhanku.
*Sulit* kubayangkan jika aku harus bertualang sendiri tanpa kekuatan _Super Power_ yang selalu menuntun dan mengarahkanku agar tak tersesat dan terbujuk oleh tipuan, rayuan syetan durjana yang membawa rambu rambu yang menyilaukan mata ke arah jalan yang sesat.
*Sendiri* kuterpaku dalam tadharru dan harap-harap cemas, dalam sujud terakhirku segala pinta, pengakuan, penyesalan yang bercampur menjadi satu semuanya kuserahkan hanya pada Sang pemilik hidup dan kehidupan. Semoga gelap jahiliahku berubah menjadi terang dengan seberkas cahaya iman yang menerangi relung jiwaku dan menerangi jalan hidupku ke arah mardhatillah.
Tak lelah kupesankan permohonanku dalam aamiin, dengan segenap keyakinanku bahwa aamiinku dalam proses antri.