Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Mengambil I’tibar dari Kegiatan Rapat Anggota Tahunan

Mengambil I’tibar dari Kegiatan Rapat Anggota Tahunan

Oleh : Asep Saepul Adha

Keterangan : Kegiatan sebuah RAT Koperasi

Rapat Anggota Tahunan adalah ajang pengurus koperasi mempertanggungjawabkan hasil kinerjanya selama setahun, dan rapat anggota tahunan pula dijadikan sebagai sarana diskusi dan tanya jawab antara anggota dan pengurus koperasi.

Sebelum Rapat Anggota Tahunan dilaksanakan, pengurus biasanya membahas apa saja yang sudah dicapai dan apa saja yang belum dicapai dalam masa kepengurusannya setahun ini. Hal ini dijadikan sebagai arahan untuk menyusun program kerja di tahun yang akan datang.

Kalau pengurus koperasi saja mempersiapkan sesuatu untuk mempertanggungjawabkan kinerjanya selama setahun sebelum dipertanggungjawabkan di hadapan Rapat anggota tahunan, apakah kita sudah menghitung (mengevaluasi, menghisab) amal ibadah kita, sebarapa banyak amal 'soleh' dan amal 'salah' kita selama kita hidup ? kalau belum harus segera dilakukan persiapan karena kita kelak akan dihitung (dihisab) dipersidangan Allah yang memberi hidup.

Diriwayatkan dari Umar bin al-Khaththab, beliau mengatakan:

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَتَزَيَّنُوا لِلْعَرْضِ الأَكْبَرِ

Artinya : “Hisablah (Koreksilah, evaluasilah) diri kalian sebelum kalian di hisab dan berhiaslah (dengan amal shalih) untuk pagelaran agung (pada hari kiamat kelak)” [HR. Tirmidzi]

Bahkan sebagian koperasi, sebelum melaksanakan RAT ada yang melaksanakan PraRAT, ini menandakan bahwa begitu seriusnya mereka mengahadapi 'persidangan' dihadapan anggota.

Kalau pengurus koperasi saja mempersiapkan diri untuk mempertanggungjawabkan kinerjanya walau hanya setahun dengan begitu serius, bagaimana dengan kita yang sudah hidup puluhan tahun, sementara kita akan (harus) mempertanggungjawabkan amal perbuatan kita dihadapan pengadilan Allah Swt. ?

Ingat, hidup kita sebentar bukan selamanya, hidup yang selamanya adalah pada kehidupan kedua di kampung akhirat.

Dalam Q.S. Al-Ghofir ayat 39 Allah berfirman :

يٰقَوْمِ اِنَّمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ ۖوَّاِنَّ الْاٰخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ

Artinya : "Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal."

Saat Rapat Anggota Tahunan pula pengurus koperasi menyampaikan program kerjanya setahun yang akan datang. Disampaikan pada saat Rapat Anggota Tahunan itu apakah disetujui atau tidak oleh anggota maka pada saat itu akan ditetapkan sebagai program yang selanjutnya. 

Kita juga bisa meniru kegiatan ini. Setelah kita menghisab (mengoreksi, mengevaluasi) diri kita sendiri dan ternyata kurang beribadah (mengabdi) kepada-Nya, kurang beramal 'soleh' dan bahkan banyak melakukan amal yang 'salah' maka kita harus membuat program setelah ini harus lebih baik dari yang kemaren, misalnya :

·    bagaimana meningkatkan rutinitas ibadah kita (terutama ibadah wajib), kalau dulu shalat kita masih bolong-bolong maka kita punya program dari setelah evaluai ke depan tidak ada lagi sholat yang ketinggalan, bahkan diusahakan ditambah dengan shalat sunahnya.

·  atau kalau tahun lalu kita jarang membaca Al-Qur’an, maka setelah evaluasi ke depan, akan memanfaatkan waktu luang digunakan sebagai waktu membaca Al-Qur’an bahkan akan berusaha mendawamkan (konsisten/istiqomah) membaca al-Qur’an setiap ba’da shalat wajib, walaupun satu ayat.

·   mungkin juga, kalau dulu kita sering merasa sayang dengan harta yang kita miliki sehingga jarang kita bersedekah, setelah evaluasi ke depan, akan berusaha untuk bersedekah walau hanya dengan tenaga.

Itu semua kita programkan dalam hati (tidak perlu seperti pengurus koperasi dicatat kemudian dilampirkan dalam Laporan Pertanggungjawaban), hanya kita dan Allah saja yang tahu.

Semoga apa yang saya tulis ini bermanfaat bagi kita, dan mulai sekarang ke depan amal ibadah kita akan bertambah kuantitas dan kualitasnya, aamiin.

Do'a Pagi dan Sore sesuai SUNNAH NABI SAW #Muhasabah Kematian #GOOD HABITS of KAUSAKu4NKRI

Cocok sekali untuk dibiasakan bagi anak didik baik di keluarga maupun di masjid dan di sekolah. Rutinkan dan internalisasikan selalu setiap hari hingga jadi karakter berbasis adab qur'an dan sunnah Rasulullah saw untuk KEBAROKAHAN NKRI tercinta.
Bila kita telah tiada, semua amal kita kan terputus. Tiga yang akan tetap mengalir hingga ke kehidupan nanti, salahsatunya anak shalih yang senantiasa mendo'akan kita. Mari didik dan ajarkan do'a-do'a khas Rasulullah saw bagi anak keturunan dan anak didik kita semua. BUAT ANAK JANGAN COBA-COBA! (KAUSAKu4NKRI)


Tentang Takdir


Terkadang...

Takdir menghapus senyuman dan menjatuhkan air mata

Serta di dukung oleh kekecewaan

Tapi skenario Allah jangan kita ragukan


Kita memang mampu melihat yang terjadi hari ini

Namun Allah mempertimbangkan 

Hingga ujung waktu yang tidak kita ketahui


Hidup akan indah bila kita mengikhlaskan 

Apa yang selayaknya terjadi

Karena kita tidak berencana

Tapi.... 

KetetapanNyalah yang akan terjadi

Karena Dia yang paling tau 

Apa yang terbaik untuk kita. 


Nasib tak bisa di duga

Takdir tak bisa dirubah

Hanya do'a yang bisa merubah segalanya

Seperti tetesan hujan yang turun ke bumi

Dan tak akan bisa untuk menghalanginya. 


Yang penting ikhlas dan sabar dalam setiap ujiannya

Karena suatu saat, kebahagiaan itu akan datang tepat pada waktunya.


Jadi, tidak ada seorangpun dari kita yang bisa berlari 

Untuk pergi dari takdir yang telah Allah catatkan untuk kita


Ada orang yang bisa lari dari takdirnya? Nggak bisa.. 

Artinya, mau dia lari kemanapun untuk pergi dan yang di datangai adalah takdirnya

Dia mau berikhtiar seperti apapun

Ikhtiar itu tidak akan membuahkan hasil kecuali apa yang Allah tetapkan

Apa yang Allah catatkan tidak luput darimu

Dan apa yang bukan menjadi takdirmu

Tidak akan pernah datang kepadamu


Ya Allah... 

Aku serahkan kepadaMu sang pemilik takdir

Jadikanlah aku ikhlas dan rela 

Atas apa yang telah Engkau tetapkan padaku

Atas apa yang kini ku hadapi

Aku bersyukur masih diberikan kesempatan untuk senantiasa berbenah diri

Agar bisa menjadi lebih baik

Dan belajar dari suatu pengalaman yang pernah hadir menemani

Dan hal-hal yang masih menjadi misteri

Sepertinya aku serahkan kepadaMu ya Allah.. 

Aku selalu yakin, 

Bahwa ketetapanMu akan selalu yang terbaik untukku.. 


#Juliyaa

Pantun ODOS at KAUSAKu4NKRI #Sehari Selembar Baca Al-Qur'an #One Day One Sheet

Inilah beberapa Pantun ODOS at KAUSAKu4NKRI karya para sahabat KAUSAKu. Semoga bermanfaat...


atau Tonton dengan Cara Klik INI

Do'a

 Ya Allah... 

Aku letakkan harapan dan impianku hanya kepada-Mu

Bantu aku mencapai impianku satu per satu

Dan aku mohon kuatkan aku dalam prosesnya

Aku percaya ketika aku meletakkan semua rencanaku kepada-Mu

Engkau pasti tidak pernah mengecewakanku

Ada manusia yang pura-pura kuat dihadapan manusia lain

Namun rapuh di atas sejadah

Karena dia tahu, 

Hanya Allah yang tidak bisa dia tipu.

Muhasabah Diri

 


Oleh: Desri Yanti, Palembang, yantidesri4@gmail.com



Harus kah menunjukkan kekuatan dengan amarah yang meluap-luap laksana api yang berkobar-kobar, nyatanya air yg dingin dan tenang mampu memadamkan api yang berkobar.

Tetap lah bersikap lembut meski engkau memiliki kekuatan. Karena orang yang kuat adalah orang yang sanggup menahan amarahnya walau ia mampu untuk melampiaskan nya.

Ibu Yuyun Sri Mulyati Sumedang Sahabat KAUSAKu4NKRI Sang Pengingat Sholat

[12.04, 24/12/2022] Yuyun Sri Mulyati SDN Margaluyu Sumedang:

Pengingat Sholat

==================== 


Para sahabat langitku,suara adzan berkumandang di belahan bumi WIB. Yuk bersiap meraih kebahagiaan. Sholat diawal waktu merupakan amalan sangat disukai Allah Subhanahu Wa Ta'ala.


Allah SWT berfirman:

وَأْمُرْاَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْعَلَيْهَالَانَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰی


"Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan sholat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa."-

(QS. Tha-Ha 20: Ayat 132)



Yusri

Barisan Pengingat KAUSAKu4NKRI



[12.09, 24/12/2022] Fahmil Basyar: Waktu shalat kota 5 wajtu medan jam berapa ya?  Tlg ksih tau yg domisili di medan.         Terutama zuhur unt jam skrg

[12.14, 24/12/2022] KangAsep USA-Ku: Ada di aplikasi Qur'anBest Indonesia,silahkan setting berdasar daerah masing2.

Satu kalimat indah dari Ali Bin Abi Thalib

Oleh: Juju Juliyaa


Ketika kamu ikhlas menerima semua kekecewaan hidup

Maka Allah akan membayar tuntas semua kecewamu dengan beribu-ribu kebaikan

Belajarlah untuk mengerti, bahwa segala sesuatu yang baik untukmu, tidak akan Allah izinkan pergi, kecuali akan digandeng dengan yang lebih baik lagi.😊

Kamu harus paham, 

Tugas kamu itu berusaha, 

Soal hasil akhir urusan Allah, 

Maka kamu harus paham,

Kalau kamu yakin akan ada pelangi setelah hujan

Maka kamu harus lebih yakin akan ada kebahagaiaan setelah perjuangan. 


Ngaji Siang

𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙩𝙪𝙥 𝙩𝙚𝙡𝙞𝙣𝙜𝙖 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙣𝙖𝙨𝙚𝙝𝙖𝙩 𝙖𝙜𝙖𝙢𝙖
𝙙𝙚𝙢𝙞 𝙢𝙚𝙢𝙥𝙚𝙧𝙩𝙖𝙝𝙖𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙝𝙞𝙣𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖. 

𝘋𝘢𝘯 (𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘩 𝘯𝘨𝘦𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢), 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘪𝘳𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨² 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘰𝘴𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘯𝘥𝘶𝘬𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘭𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘩𝘢𝘥𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢, (𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘢𝘵𝘢): 
   
  "𝘠𝘢 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘪, 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳, 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬𝘢𝘯𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘮𝘪 (𝘬𝘦 𝘥𝘶𝘯𝘪𝘢). 𝘒𝘢𝘮𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘳𝘫𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘮𝘢𝘭 𝘴𝘩𝘢𝘭𝘦𝘩. 𝘚𝘦𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨² 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘬𝘪𝘯. 
(𝘘𝘚. 𝘈𝘴-𝘚𝘢𝘫𝘥𝘢𝘩:12) 

𝘒𝘶𝘯𝘪𝘯𝘨𝘢𝘯, 171222

Video ini olahan KAUSAKu alakadarnya 2 tahun yang lalu.  Lumayan menyentuh hati terlebih sekarang-sekarang ini di Komunitas KAUSAKu4NKRI sedang semangat-semangatnya Program ODOS, One Day One Sheet, Sehari Selembar Saja Baca Al-Qur'an.

Lirik Hafidz Qur'An

Kuputuskan satu impianAku ingin jadi hafidz QuranKu akan bertahan, walau sulit, melelahkanAllah beri aku kekuatan
Kuimpikan sepasang mahkotaKuberikan di akhirat kelakSebagai pertanda bahwa kau sangat kucintaAku cinta engkau kar'na Allah
Ku cinta UmmiKu cinta AbiKuharap doamu s'lalu dalam hatiKu cinta UmmiKu cinta AbiBerharap bersama di surga-Nya nanti
Kuputuskan satu impianAku ingin jadi hafidz QuranKu akan bertahan, walau sulit, melelahkanAllah beri aku kekuatan
Kuimpikan sepasang mahkotaKuberikan di akhirat kelakSebagai pertanda bahwa kau sangat kucintaAku cinta engkau kar'na Allah
Ku cinta UmmiKu cinta AbiKuharap doamu s'lalu dalam hatiKu cinta UmmiKu cinta AbiBerharap bersama di surga-Nya nanti
I love you, UmmiI love you, AbiI love my family, forever in my heartI love you, UmmiI love you, AbiI love my family, forever in my heart

 


Muhasabah

Semakin lurus niat

Semakin kencang cobaannya

Tetaplah berusaha kelak semesta

Akan memberikan sebuah kejutan yang tidak terduga  

Allah tidak mengubah akhir baik dari tujuanmu

Allah hanya memberikan jalan yang  berliku agar ada cerita di setiap perjuanganmu

Percayalah, tidak ada sabar yang sia²

Allah lebih tau apa yang terbaik bagimu. 


Yaa fattah... 

Yaa Razzaq.. 

Jika sehelai daun yang jatuh pun sudah di atur olehMu, maka hari ini jadikan setiap derap langkahku adalah ibadah kepadaMu, berikanlah kehidupanku dengan kebahagiaan.

 #bidadari

ODOS at KAUSAKu4NKRI: Sehari Selembar saja Baca Al-Qur'an


Hari Pertama, Jatah Bacaan ODOS at KAUSAKu adalah Surah Al-Faatihah (001) ayat 1-7 dan Surah Al-Baqoroh (002) ayat 1-16

Hari Kedua, Jatah Bacaan ODOS at KAUSAKu adalah Surah Al-Baqoroh (002) ayat 17-29

Dan seterusnya ... (sehari = 1 lembar saja = 2 halaman)

Selamat menyimak tayangan videonya...


atau KLIK SAJA DI SINI!

STRESS? BINGUNG, DOSA DI MASA LALU TERAMAT MENGGUNUNG?



Sefir'aun-fir'aunnya Fir'aun, dia masih disayang Allah dengan diutusnya Musa and Harun untuk pertaubatannya. Bukan Allah yang tidak sayang, namun Fir'aunnya saja yang menolak tanda sayangnya Allah. Jika Allah tak sayang, ngapain repot-repot mengirim Nabi Musa and Harun untuk membimbing pertaubatannya. Noted! Bukan Allah nya yang tak sayang, namun Fir'aunnya saja yang menolak perhatiannya Allah. Barulah setelah Allah menenggelamkannya di Laut Merah, Fir'aun mau memanfaatkan daya tawarnya untuk taubat. Namun sayangnya sudah terlambat karena pertaubatan tidak akan diterima Allah jika nyawa sudah di kerongkongan.

Ba'da shubuh kita manfaatkan waktu yuks.. seperti Jum'at2 sebelumnya, kita kembali ke NOL (Ngaji On Line) di Majlis Ilmu Komunitas KangAsep USA4NKRI bareng sahabat-sahabat se-NKRI.

Semoga semakin menyempurnakan pertaubatan kita di hadapan Allah Swt.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Robbanaa taqobbal minnaa innaka antas samii'ul 'aliim. Watub 'alainaa innaka 'antat tawwaabur rohiim.

"Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang" (QS. Al Baqarah: 127 dan 128).

... يٰعِبَادِىَ الَّذِيۡنَ اَسۡرَفُوۡا عَلٰٓى اَنۡفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُوۡا مِنۡ رَّحۡمَةِ اللّٰهِ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ يَغۡفِرُ الذُّنُوۡبَ جَمِيۡعًا‌ ؕ اِنَّهٗ هُوَ الۡغَفُوۡرُ الرَّحِيۡمُ

... "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar Ayat 53-55)

Majlis Tholab Ilmu KOMUNITAS KangAsep USA-Ku4NKRI:

Sepekan 3x saja, SETIAP BA'DA SHUBUH WIB:
1. AHAD: Kapita Selekta
2. JUM'AT: Kajian Ayat Allah Swt (TEMATIS)
3. SABTU: Podcast Hadits Nabi saw. (BAB AKHLAK)

BELAJAR DARI KEJAYAAN ILMUWAN ISLAM MASA LALU



Oleh: Aries Musnandar, Dosen UIN Malang

"Pada usia Balita mereka sudah terbiasa dan dibiasakan dengan ayat-ayat suci al Quran bahkan banyak dari mereka yang hafal al Quran semasa kecil. "

Kaum ilmuwan sejarahwan sejati dari dunia Barat tentu mengetahui betapa dahulu kala umat Islam pernah berjaya memimpin bangsa-bangsa lain dimuka bumi ini. baik dalam pemerintahan maupun kemajuan peradaban dunia. Sejarah Islam menunjukkan keunggulan umat Islam dibidang paradaban dalam arti seluas-luasnya termasuk pesatnya perkembangan sains, ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa lalu. Tidak sedikit ilmuwan Islam yang berhasil meletakkan dasar-dasar ilmu baru yang kemudian dalam perjalanan sejarahnya menjadi acuan ilmuwan Barat untuk lebih mengembangkan ilmu-ilmu yang dirintis oleh ilmuwan Islam tersebut.

Jasa Ibnu Sina (Avicenna), saintis Islam misalnya telah berhasil memosisikan dirinya sebagai pelopor lahirnya ilmu kedokteran modern. Ilmuwan Islam lain yang berjasa sekaligus perintis pengembangan keilmuwan, sebut saja misalnya Ibnu Rushd (Averroes), al Biruni, Jabir Ibnu Hayyan (Ibnu Geber), Ibnu Ismail al Jazari penemu ilmu robot modern, al Mawsili, ahli musik klasik, al Ghazali ahli dibidang ilmu tafsir, fiqih, filsafat dan akhlak, Ibnu Haitham, ilmuwan optik dari Basrah yang teorinya digunakan para saintis Itali untuk menemukan kaca pembesar pertyama di dunia, serta masih banyak lagi ilmuwan Islam yang telah meletakkan fondasi bagi pengembangan ilmu modern sebagaimana yang kita rasakan dan alami sekarang ini.

Sungguh hebat Ilmuwan Islam pada masa lampau bisa menghasilkan karya-karya besar, fenomenal dan manfaatnya terasa hingga kini yang dinikmati oleh umat manusia dimuka bumi ini. Keunggulan para intelektual Islam tersebut nyaris tidak pernah dipublikasikan secara masif terutama agar diketahui oleh umat Islam itu sendiri. Sengaja atau tidak sengaja kita merasakan betapa informasi mengenai suksesnya tokoh sains kita tersebut tertutupi dengan gencar, semaraknya propaganda dan publikasi Barat yang mendunia, sehingga kita tidak mengetahui secara gambling akan keberhasilan sejumlah saintis Islam masa lalu.

Kini, mari cermati mengapa para ilmuwan Islam zaman dahulu berhasil menunjukkan kinerja cemerlang? Coba tengok sejenak kebelakang perjalanan kehidupan mereka sebelum akhirnya menghasilkan temuan dan karya spektakuler yang diakui dunia. Tentu ada sesuatu hikmah yang dapat dipelajari bagi kita umat Islam sekarang agar zaman kejayaan Islam dalam peradaban, ilmu dan kehidupan dunia dapat berulang kembali. Bukankah melalui sejarah kita bisa mengambil hikmah dan dari sana kita akan mampu meraih masa depan yang lebih baik?

Hal yang menarik untuk dibahas disini adalah bahwa ternyata masa kecil para ilmuwan tersebut diatas tidak bisa dilepaskan dari pemahaman tentang keagamaan. Pada usia Balita mereka sudah terbiasa dan dibiasakan dengan ayat-ayat suci al Quran bahkan banyak dari mereka yang hafal al Quran semasa kecil. Pemahaman bahasa Arab dan ketekunan mendalami ajaran Islam yang bersumber dari al Quran dan Hadist membuat mereka bersemangat untuk lebih meneliti obyek-obyek yang menjadi kajiannya. Bisa jadi dan suatu keniscayaan kekuataan naqliyyah para ilmuwan itu membimbing daya aqliyyah dan emosi mereka dalam memperoleh karya spektakuler.

Rata-rata dari para ilmuwan Islam memulai kajian ilmu setelah mendekati (dalam arti mempelajari) ayat-ayat qawliyyah dan kemudian melakukan uji coba, riset dan penyelidikan mendalam untuk memahami lebih lanjut ayat-ayat kauniyyah. Perpaduan pemahaman kedua ayat (qawliiyah dan kauniyyah) ini membawa ilmuwan kita pada keunggulan unjuk kerja optimal yang menghasilkan karya-karya agung dan mendasar. Ini mungkin bisa disebut berkah yang diberikan Allah disebabkan kecintaan mereka dalam mempelajari tanda-tanda kekuasaan Allah baik yang bersifat qawliyyah dan kauniyyah serta merupakan perpadauan kedua kekuatan yang ada dalam aqilyyah dan naqliyyah. Keberhasilan mendapatkan hikmah dari kegiatan memahami agama (Islam) semenjak usia dini merupakan kata-kata kunci terpenting bagi tumbuh-kembangnya ilmu pengetahuan di dunia ini.

Pada masa kecil ilmuwan Islam tersebut disiplin, tekun dan giat menggali ilmu melalui al Quran dan Hadist. Tiada hari tanpa membaca dan mengkaji al Quran dan Hadist serta terus berupaya untuk meningkatkan pemahaman dari apa yang tersirat dan tersurat dalam ayat-ayat qawliyyah tersebut. Ketertarikan mereka pun berlanjut pada ayat-ayat Allah yang lain (kauniyyah) sehingga mereka berhasil melakukan perenungan, uji coba, penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut terhadap apa yang dikaji. Semangat mereka tak dapat dipungkiri berasal dari hati tercerahkan setelah sekian lama mendalami secara sungguh-sungguh ayat-ayat Allah, seraya berharap memperoleh keberkahan dari apa yang ditekuninya dari Allah SWT. Mengapa umat islam Indonesia tidak mempelajari cara ilmuwan Islam menekuini ilmu yang dimulai dari penguasaan ayat-ayat qawliiyah. Program pendidikan anak usia dini (PAUD) mesti memerhatikan hal ini jikalau ingin sukses seperti imuwan Islam tersebut. . Wallahu'alam. (uin-malang.ac.id)

Source: 

Hayal jadi obat


Aku sendiri dalam hidup berbakti sebagai insyan yang kurang mengerti

Namun ada buah hati yang selalu menani

Hari demi hari senantiasa terus berjanji 

Yakin dan pasti allah selalu menemani


Diwaktu kita sedih duka gundah bahkan hati mulai goyah

Adah amanah terbesar yang harus kita ingat

Jangan lupa suka duka obatnya hanya shalat


Andai manusa bisa dan mampu hidup 

Terus tanpa ada yang bemisahkan dengan usia yang akan ditutup

Manusia akan berusaha sekuat tenanga demi harta

Namun ingat ada akhirat yang harus kita ingat agar kita bisa bahagia


Puji hanya bagi ku ya allah 

Sholawat bagimu ya rosulullah

Istigfar bagimu paraalaikat

Doa terbaik bagi kaum sholihinnyang tidak terlewat


Cartoman

kuninganan 010622 / 21.05