KOMUNITAS KAUSAKu4NKRI dalam Pengamatan Ibu Yusri Sumedang (Trainer PPKB Kemenag bidang Profesional 2)

Tags

بسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Nama Komunitas KAUSAKu4NKRI (baca: KAUSAKu bagi NKRI), diambil dari nama founder dan sekaligus CEO-nya, yakni KangAsep Urang Sunda Asli Kuningan (KAUSAKu) yang sejak 2015 telah bergerak, tergerak dan menggerakkan sesama sahabat se-NKRI untuk hidup berbudaya Ilmu dan Persaudaraan Islam serta Persahabatan bagi kemashlahatan NKRI. 

Sebagai komunitas pecinta ukhuwwah dan pejuang amal sholeh serta program-program yang mendukung kompetensi profesional  dari mulai pengawas, pendidik dan tenaga kependidikan, baik yang berada dalam naungan kemendikbudristek maupun kementrian agama, komunitas ini fokus saling membersamai sesama sahabat dalam menggali dan meningkatkan kecakapan abad 21 (Critical thinking, Creatif thinking, Collaboration and Communication) yang terintegrasi dengan kurikulum yang diluncurkan oleh kementrian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi. Mulai dari kurtilas hingga kurma/kurmer, jadi lebih komparatif dan mengikuti perkembangan zaman untuk mendampingi para pendidik dan tenaga kependidikan agar berani Melek Digital (MeTal)  tanpa merusak mental.

Awal 2018, KAUSAKu mengukuhkan salah satu kanal pelatihan dan pembiasaan dengan nama kanal SAGUSAPOP, SAtu GUru SAtu POla Pembiasaan dan telah turut ambil bagian dalam menembus rekor MURI untuk kategori Literasi Digital Terbanyak bersama Kanal MENEMUBALING Ikatan Guru Indonesia.  Di masa Pandemi Covid-19, KAUSAKu aktif berkolaborasi dengan lapak literasi OmJay PGRI.  Kemudian kolaborasi pula dengan AGPAII dan POKJAWAS PAI Kabupaten Kuningan.

Kini, komunitas ini telah terdaftar pula sebagai salah satu Komunitas Belajar (KomBel) di Platform Merdeka Mengajar milik kemendikbudristek.

KAUSAKu sebagai komunitas insan akademik mulai dari pendidik, pengawas, dan para praktisi pendidikan  berselaras dengan KMA No.211 Tahun 2011 tentang 6 kompetensi guru agama, yaitu kompetensi Pedagogik, Kepribadian, Sosial, Profesional, Spiritual dan Leadership, sehingga program-program unggulannya pun selalu membangun aspek-aspek kompetensi tersebut, di antaranya program:

  1. "NGOPI ITEM", Ngobrol dan Praktik IT Edisi Malam
  2. "NGOPI BUBUK", Ngobrol Perkara Ilmu sambil Buka Buku, dengan spirit Tholabul 'Ilmi Back to NOL, Ngaji On Line aktif saling membersamai sahabat dalam menikmati kajian kitab-kitab tafsir, hadits, fikih, dan pendalaman Bahasa Arab Dasar (BADAR)
  3. "NGOPI MANIS", Ngelaporin Pembiasaan Membaca al-Qur'an dan Hadits yang mana program ini sangat membangun pola kebiasaan (habits) positif terutama bagi para orangtua dan pendidik zaman now, satu guru satu pola pembiasaan (SAGUSAPOP) dalam agar hidup semakin secara al-Qur'an (fii zhilaalil Qur'an) dan seciri hadits Nabi serta program-program pembahasan keilmuan yang mendukung terlaksananya kurikulum Merdeka.

M ulai dari diri

E ksplorasi konsep

R uang kolaborasi

D emonstrasi dan kontektual

E laborasi pemahaman

K oneksi antar materi

A ksi nyata 

Kesemuanya itu tersajikan kadang dengan berbasis aplikasi Zoom/Google Meeting, WhatsApp maupun Telegram.

Adapula MESRA, menulis bersama sebagai bentuk pengembangan kepenulisan yang berbasis Blog, WA, Telegram bahkan Buku untuk mengembangakan kecerdasan linguistik dengan berbalas pantun, PUISI, baik itu puisi tiga bait (putiba) maupun puisi tiga baris (putibar), serta CERITA, baik itu cerita tiga kalimat (tatika), cerpen tiga paragraf (pentigraf), dan apapun yang perlu dituliskan walau hanya satu paragraf sehari dengan semangat berbagi khairunnaasi anfa'uhum linnaas,  (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya). Inilah literasi dakwah bil qolaam, dengan tulisan.

Sungguh menurut saya ini komunitas yang "up to date" dan multi kultural, berkomitmen saling menghijrahkan diri dari kegagapan teknologi (gaptek) menuju melek digital (metal) dengan tetap mempertahankan nuansa yang sarat ilmu-ilmu samawi plus moderasi beragama yang berlandaskan al-Qur'an dan Sunnah. 

Komunitas ini menurut saya sangat rekomended untuk para pengawas, pendidik dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesionalisme mereka. Mari melangkah bersama komunitas KangAsep Urang Sunda Asli Kuningan for NKRI (KAUSAKu4NKRI)💪💪🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🙏 

Salah satu istilah yang saya temukan dari Komunitas ini dan cukup menggelitik yaitu GILA

G ali 

I lmunya 

L alu 

A malkan

Next...

G ood job 

 novatif

L onglife learner

A daptif

Ini sebenarnya akrostik yang mengandung ruh positif  yang sangat mendalam.  Senada dengan pepatah  "practice makes perpect" cocok sekali untuk cara belajar generasi X, vis as vis dan digital migrant

Komunitas ini saya rasa bisa menjadi wadah untuk kolaborasi dan solusi dalam menghadapi fenomena baru abad ini : 

  1. Revolusi digital
  2. Dunia yang terintegrasi, hasil konvergensi pengetahuan dan teknologi
  3. Disrupsi teknologi dan kemunculan profesi baru yang tumbuh dari kreatifitas dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi (IOT-Internet Of Things) and Big Data)
  4. Ruang belajar yang makin terbuka dan tanpa batas
  5. Lahirnya "digital native" atau "digital migrant"
Komunitas ini berorientasi pada edukasi sosial:

  1. Membangun kesalehan individual secara vertikal (hablun minallaah) sekaligus kesalehan sosial secara horizontal (hablun minan-naas)
  2. Menanamkan moderasi beragama yang berfokus pada resfect for self (al-ihtiram linafsih) sekaligus resfect for the other (al-Ihtiram lil aakhariin)
  3. Peka terhadap realitas sosial dan kebutuhan global, sekaligus mengedepankan dimensi ajaran Islam yang inklusif, toleran dan multikultural.

نَفَعَنِيْ وَاِيَّاكُمْ اَجْمَعِيْنَ

Nah, bagi yang masih penasaran maka untuk INFO KONTAK klik di sini

Sebuah Komunitas Belajar, Berkarya dan Berbagi Manfaat bagi Ummat.
0896-5422-30-30