Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

ILMU ITU CAHAYA BODOH ITU BAHAYA



Di pagi yang masih berselimut kabut

Terhampar ladang amal yang tak pernah surut

Diujung kata yang tak berurut

Terpendam geliat literasi yang terpaut


Namun, di antara hampa yang menggelayut,

Ada cahaya yang tetap bersinar membalut

Menerangi lorong gelap hati dalam kemelut

Menyiratkan harapan yang bersambut


Meski waktu terus berlalu,

Rasa haus akan ilmu tak pernah jemu

 Cahaya menyingkap kabut kelabu

Menyemai kekuatan dalam harapan yang semu


Akhirnya, di ujung perjalanan yang tak pasti,

Kita temukan arti dari segala misteri,

Bahwa setiap detik yang terlewati,

Adalah sebuah kehidupan yang patut disyukuri.


Maka, biarlah kegelapan enyah dari lubuk hati,

Sebagai pengingat akan kekuatan yang tak pernah mati,

Di dalam setiap untaian  butir doa yang terpatri

Kita temukan lorong yang tak tersentuh waktu nan abadi.

SEBERKAS CAHAYA DI BALIK KABUT HITAM by:Yusri

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Andai aku punya sayap

Kuingin membawamu terbang lepas

Ke negeriku yang penuh kedamaian

Pesonamu yang lugu

Putera-puteri Palestina


Bola matamu yang indah

Memancarkan sinar kerinduan

Yang terpendam jauh di lubuk angan

Kerinduan atas sebuah perdamaian

Jerit tangismu yang menembus langit dan menghablur bercampur gumpalan asap hitam

anganmu terhempas di balik puing-puing reruntuhan


Butiran air matamu laksana mutiara yang berlumur darah

Namun tetap berkilau menyuarakan gema takbir

Bersama rintihan karena menahan rasa sakit di tubuh mungilmu

Hingga kau temukan cahaya kedamaian di sisi Rabbmu


Tengadah tanganmu tak berarah

Seakan ingin menyentuh para pembela yang punya empati

Di manakah pelukan  seorang ummi

Dimanakah teman-teman yang selalu bermain bersama   bermandikan cahaya mentari pagi

Tak ada lagi kepakan sayap merpati yang mengajak terbang bebas seperti mereka

Dimanakah masjid tempatmu melantunkan rayuan kalam ilahi

Dimanakah sekolah tempatmu mengukir asa

Semuanya kulihat tinggal puing-puing yang   menghancurkan sebuah peradaban anak manusia


Dimanakah nurani kemanusiaan mereka?

Kuingin memelukmu dalam dekapan hangatku

Wahai kupu-kupu surgaku

Kuingin mengajakmu terbang lepas meninggalkan kebiadaban mereka

Walau tanganku tak sampai

Walau rindu hanya kutitip pada angin malam

Namun untaian bait-bait do'aku selalu melangit untukmu yang teraniaya

#we stand with Palestina, free Palestine, save Palestine🇮🇩🇵🇸

puisi cintronk sahabat kausaku

 

Ombak di Pesisir Pahawang

 Ombak di Pesisir Pahawang

Oleh : Asep Saepul Adha


Di tepian Pesisir Pahawang yang elok,

Ombak berkejaran dengan gemulai.

Dalam lautan biru, mereka berdansa lembut,

Menyapa pelan, membelai pasir putih nan berseri.

 

Gelombang-gelombang berkejaran dengan semangat,

Melantunkan irama yang memikat.

Menghanyutkan pikiran ke negeri khayal,

Seperti melodi, mengalun sepanjang waktu.

 

Pahawang, tanah di mana ombak berkeajaiban,

Menyuguhkan pesona yang tak terlukiskan.

Suara deburan ombak menenangkan jiwa,

Seperti bisikan lembut alam yang abadi.

 

Mereka datang, menghempaskan kekuatannya,

Menghapus jejak-jejak di tepi pasir putih.

Namun, seiring dengan berlalunya waktu,

Ombak membawa keajaiban dan keindahan baru.

 

Di balik ombak yang bergulung-gulung,

Tersembunyi dunia bawah laut yang mengagumkan.

Terumbu karang berwarna-warni menari dengan riang,

Ikan-ikan kecil berlomba-lomba menyapa.

 

Pesisir Pahawang, paduan harmoni yang menawan,

Antara ombak yang bergemuruh dan langit yang biru.

Di sini, kita menyatu dengan alam yang luar biasa,

Sejuta cerita terbentang dalam setiap nafas yang kita hembuskan.

 

Hadirkanlah hati yang terbuka dan jiwamu yang merdeka,

Saksikanlah keajaiban ombak di Pesisir Pahawang.

Layaknya perjalanan ke dalam diri sendiri,

Ombak membawa kita pada keabadian yang damai.

 

Teruslah mengalir, ombak yang tak terbatas,

Mengisi jiwa dengan ketenangan yang abadi.

Pesisir Pahawang, berikanlah pesonamu,

Dan biarkan ombak membawa kita pada petualangan yang tak terlupakan.

PENGHAMBAAN VS PERTAUBATAN by:Yusri


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Di tengah gelapnya malam yang sunyi,

Kutemukan resah gelisah dalam hati,

 Makna kehidupan yang selama ini kucari,

Aku terjerat dalam penghambaan yang tak terperi.


 Kepada dunia yang fana aku mengabdi,

Mengejar kenikmatan sesaat bukan hakiki,

Tak sadar bahwa dalam kecintaan duniawi,

Aku kehilangan jati diri yang sejati.


Namun di saat kesedihan melanda,

Hati dirajai keputusasaan dan gundah gulana,

Aku sadar betapa lemahnya kehidupan nyata,

Hanyalah perjalanan singkat di alam semesta.


Kini aku merenung dalam kesendirian,

Menggali hati yang terpendam dalam kenistaan,

Memohon taubat kepada Sang Maha Rahman,

Agar terbebas dari belenggu kehampaan.


Aku ingin berhenti menjadi hamba dunia,

Kembali kepada hakikat hidup yang mulia,

Merangkul kasih sayang Sang Pemilik surga

Menjadikan-Nya sebagai tujuan utama.


Ya Rabb, ampunilah dosa-dosaku,

Hapuslah jejak kesalahan di masa lalu,

Lepaskan aku dari syaithan yang membelenggu,

Hanya kepada-Mulah aku mengadu.


Kuucapkan syahadat di dalam hati,

Engkau adalah Tuhan yang Esa aku bersaksi,

Hanya kepada-Mu menghambakan diri,

Mengharapkan rahmat-Mu yang tak bertepi.


Dalam penghambaan dan pertaubatan ini,

Kuharapkan terang-Nya selalu menyinari,

Cahaya kebenaran meliputi hati,

Menuju kebahagiaan yang abadi.


Kutemukan kedamaian dalam berserah diri,

Kebesaran-Mu di setiap langkah kusadari.

Puisi penghambaan dan pertaubatan kuakhiri,

Doaku yang tulus untuk hidup selalu mawas diri.


Astaghfirullah rabbal baraaya,

Astaghfirullaah minal khathaya,

😭😭😭





Menjingga Bersama-Mu by :Yusri


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Aku tahu senja bukan akhir dari cerita siang

Tak pernah tergapai namun membalut sejuta rindu

Seiring datang kelamnya malam

Tuk mengagungkan sebuah Nama

Tuk mengisi pertualangan  malam 

Dengan dzikir dan do'a

Ditemani taburan bintang 

yang memberi sejuta keindahan


Terkadang, aku ingin seperti angin

Yang membawa puing kenangan

Yang membawa sejuta asa

 Aku ingin menjadi sejuta cahaya

Yang bisa membiaskan keindahan kalam suci

Bersama jingganya sang surya ciptaan-Mu

Tuk bertemu dengan janji

Di waktu ijabah-Mu


Nyatanya tidak, 

Aku hanyalah aku

Yang selalu merindu

Atas kasih sayang-Mu

Dengan harapan aku akan bertemu

Tuk mencurahkan segala gundahku

Di saat yang telah kau janjikan

Di jingganya senja ini


Teriring alunan panggilan adzan berkumandang

Siapapun yang memohon pada-Mu 

Maka teraihlah segala asa

Di sini aku menjingga bersama rayuan kalam ilahi

Kuingin berdialog dengan ayat-ayat suci

Kuyakin dalam setiap huruf yang terucap

Mengandung rahasia di antara kita berdua

Semoga aaminku tak harus lama mengantri 


Yusri_Smd



PUISI AKROSTIK by : Yusri

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

 Puisi Akrostik adalah salah satu bentuk puisi yang huruf awal atau akhir setiap larik jika dibaca ke bawah membentuk kata atau kalimat tertentu. Dengan kata lain huruf pertama dari setiap baris menampilkan sebuah kata, pesan, atau abjad. 

Kata akrostik  berasal dari kata Prancis acrostiche dari kata Latin pasca-klasik acrostichis, dari kata Yunani Koine ἀκροστιχίς, dari kata Yunani kuno ἄκρος dan στίχος "verse", dari bahasa Inggris acrostic dan bahasa Belanda acrostiche (Kamus istilah Sastra Indonesia, 2018 : 12).

Pemilihan kata yang akan dijadikan huruf awal/ akhir dalam puisi akrostik ini bebas. Penulis bebas menentukan sendiri berapa kata yang akan dijadikan huruf awalnya.

M ulai dari hal yang kecil

A khirnya akan jadi besar

N antikan bintang terang

T anpa mengeluh

A tau menyerah

P ertahankan niat untuk berubah ke arah yang lebih baik💪 


K emanakah takdir akan membawaku?

E valuasi diri sendiri

R enungkan segala apa yang terjadi

E ntah sampai kapan perubahan kan terjadi

N antikan saja, amiinmu dalam proses antri


A pakah arti kehidupan?

M eraih surgakah?ج

A tau meraih ridho-Nya?

Z id 'alattaqwa

I nsya Allah bahagia

N nanti di alam keabadian

G emilang bersama ridho-Nya


B irrul waalidain

R asakan kasih sayang yang tak pernah padam

A da atau tiada paketan

V oice note pun membuatnya bahagia

O brolan santai sebagai penawar rindu


G elora rindu yang mengharu biru

R asa ingin berjumpa kekasihku

E ntah bisa atau tidak

A nganku berharap duduk bersanding denganmu ya Rasul

T entang penyayang yatim yang kau anjurkan


 A llahlah Pemilik segalanya

A llahlah pemelihara segalanya

M antapkan hati

I stiqamahlah selalu

I nsya Allah jalan lurus kita lewati

N an membawa kita ke jannatun-na'iim


B eribu lara kau rasakan ibu

E ntah seberapa banyak keringat tercucur

H ening malam kuganggu tidurmu

A papun rengekanku bersambut rayu

V oice note selalu kau silent

I nvite selalu kau reject

O leh karena ingin kau ciptakan kenyamanan tidurku di pelukmu

R uang dan waktulah yang memisahkan kita


 B  e patient

R un away from the toxic man

I n the way of al-Qur'an

G reat life will come

H ear everything that usefull

T hink big you get the vission


ج جُدْ خَيَالَك

 م مَا دَامَتِ

  ي يُؤْتٰيْ كُلَّ ذِی حَقٍّ حَقَّهٗ

ل لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ الّلٰهِ

  ج جَاءَ الْفَلَاحُج فِی حَيَاتِكُمْ 

د دُمْ طَيِّبًا زِدْ فِيْ تُقٰی ضَعْ ظَالِمً

S aatnya memberikan hak pada mata

U ntuk terlelap di malam ini

D engan kilauan gemintang yang menghias malam

A kan menemani pertualangan mimpimu

H empaskanlah segala duka lara

LELAHKU LILLAH by: Yusri


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Betapa jauh lintasan yang telah kulalui

Setapak demi setapak terlewati

Walau kadang terkena abrasi

Namun hidup harus terus beradaptasi

Seiring lembaran hidup bagai abstraksi

Karena kita hanya sebagai abdi

Segalanya tiada yang abadi

Ada dalam genggaman Rabbul izzati


Guru hebat harus beraksi

Jangan hanya menunggu afirmasi

Atau menumpuk beban administrasi

Untuk mengejar nilai akreditasi

Atau manipulasi kognitif dalam gradasi

Semuanya serba akselerasi

Asal akun bisa diaktivasi

Atau aksi yang harus diinduksi

Pemahaman hanya sebatas apriori

Tanpa menggalakan aspirasi


PK online layak diapresiasi

Sebagai langkah intervensi

Agar kemampuan diri bisa diaktualisasi

Hingga terbentuk akulturasi

Layaknya tubuh butuh amunisi dan nutrisi

Antar ummat bisa saling  bersosialisasi

Hingga terbentuk aliansi  yang Islami


Mari bersama menebar benih generasi Rabbani

Agar terhindar dari perilaku agresif

Kuasai teknologi jangan alergi

Guru sebagai change agency

Yang harus selalu mengabdi 

Dengan kekuatan kompetensi yang dimiliki

Pedagogi,keunggulan pribadi

Sosial, profesionality

Spiritual dan leadership

Agar Islam bisa menyebar lewat admisi


Yusri, _Smd

TARHIB RAMADHAN By : Yusri





بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Upaya makmurkan jatah  umur

Agar jiwa takwa menjadi subur

Ke haribaan Sang Maha Ghafur

Karena keberkahan tak bisa terukur

Perbanyaklah dzikir jangan melantur


Karena garis bilangan hidup dihitung mundur

Saat uban telah bertabur

Mata pun mulai lamur

Pandangan pun mulai kabur

Makan hanya mampu mengunyah bubur

Itu tandanya kita mendekati pintu kubur


Tadarrus al- Qur'an dalam tadabbur

Sadari khilaf dalam tafakkur

Tingkatkanlah ungkapan tasyakkur

Tunjukkan tawwadhu, jangan takabbur

hindarkan ujub, riya dan tafakhur

Karena Allahlah Sang Maha Luhur


Jika dalam Ramadhan benih amal tertabur

Petak tertata siap ditandur

Tidak ada kata terlanjur

Taushiyahlah dan saling menegur

Bahagia dan saling menghibur

Agar dosa-dosa senantiasa gugur


Lantunan kalam ilahi tertutur

Kalahkan nyanyian dalam partitur

Atau puisi hamba yang tersadur

Apalagi hembusan nafas dalam dengkur

Khatamkan Qur'an walau diangsur

Agar rahmat selalu terkucur

Taman hati subur karena terguyur


Murnikan ibadah tanpa tercampur

Faham ilahiyah yang simpang siur

Sembunyikan amal tanpa ingin termasyhur

Di bulan Ramadhan siap bertempur

Atur suhu ibadah dalam temperatur

Hingga kristal iman menghablur


MUTIARA HATI By : Yusri


 بسم الله الرحمن الرحيم
Saat raga terlahir dalam fithrah   

Dunia menyambut dengan wajah cerah

Alam menyapa dengan simponi yang meriah

Jasad mungil yang tampak merah

Allah bekali  sama', bashar dan fu'adah


Jiwa tergerak dalam tabula rasa

Saatnya orang tua mengukir asa

Menata mutiara hati segala yang bisa

Letih lesu tidaklah dirasa

Berangan melangkah hingga esok lusa


Anak adalah amanat

Mereka mesti dididik dan dirawat

Agar tumbuh, berkembang dan berbakat

Qurratu A'yun, penyejuk mata, pelepas penat

Jika mereka tersesat maka orang tua terjerat


Bentuklah pribadi insan kamil

Terdidik, tertata hati dan akil

Tamyiz terhadap hak dan bathil

Terbimbing periode emas masa kecil

Hingga masa dewasa dan berhasil


Percikan sinar ilahi di hati

Ajari buah hati dengan kata sakti

Hingga mereka mampu berbakti

Kepada khalayak bisa berempati

Menjadi generasi Rabbany, kini dan nanti


Ingatlah wahai para pemilik Qurrata a'in

Jagalah selalu kontrol diri dengan tabayyunin

Agar lisan terjaga dari kata yang membuat lara 'ain

Ridhallaah fii ridhal waalidain

Wa sukhthullaah fii sukhthil waalidain


AYAHKU IDOLAKU


 AYAHKU IDOLAKU

Karya : Desri Yanti - Palembang, yantidesri4@gmail.com

 

Ayah .... 

Betapa aku merindukan sosok diri mu

Engkau pria yang sangat rajin dan penyabar...

Benar benar merupakan sosok idaman 

untuk setiap wanita mendapat suami seperti dirimu


Ayah ...

Sungguh aku selalu mengenangmu 

Menetes air mataku setiap kali aku teringat dirimu ...

Semua hal tentang dirimu adalah kenangan indah bagiku


Ayah ...

Engkau tidak pernah mengatakan setiap kebaikan yang telah Engkau perbuat

Tapi setiap orang menjadi saksi betapa baiknya dirimu

Tidak hanya kepada kami anak anak mu

Tapi juga kepada orang lain yang mengenal ataupun tidak mengenal dirimu


Ayah ...

Teringat aku di masa kecilku...

Ibu bercerita kepada ku.... 

Bahwa Ibu tidak pernah mengasuh kami di malam hari

Tapi Engkau lah yang melakukan itu semua

Engkau ingin Ibu kami beristirahat di malam hari dengan nyaman


Ayah ..

Engkau sanggup merawat kami  di malam hari

Sembilan anak mu Engkau lah yang merawat kami sejak kami masih bayi

Engkau membuatkan susu untuk kami

Engkau mengganti popok kami dan membersihkan kotoran kami

Sungguh Ayah .. tidak semua suami bisa seperti dirimu


Ayah...

Masih terbayang di mataku di kala kami masih kecil kecil

Di pagi hari sebelum Engkau berangkat kerja ..

Engkau memandikan kami dan memasak untuk kami

Di kala Ibu masih lemah karena baru melahirkan adik kami


Ayah ..

Engkau mengajarkan kami banyak hal

Engkaulah yang mengajari kami shalat

Engkaulah yang mengajari kami membaca al Quran

Engkau juga yang mengajarkan kami kedisiplinan

Engkau juga menjadi tauladan bagi kami untuk tekun dalam bekerja


Ayah ..

Maafkanlah aku anak mu ini

Belum sempat aku berbakti padamu di masa hidup mu

Kini engkau telah lama tiada hanya kenangan indah yang bisa ku rasa

Selalu aku impikan sosok seorang laki laki yang seperti dirimu


Ayah ...

Engkau sosok pria yang sangat langkah 

Bahkan aku belum pernah mendengar ada laki laki yang memiliki sifat seperti dirimu...

Engkau adalah idolaku Ayah...


Ayah ..

Maaf hanya doa yang kini bisa ku panjatkan 

Semoga Allah mengampuni dosa dosamu

Dan menerima semua amal baik mu

Semoga Allah melapangkan kuburmu 

Dan memberikan kebahagian di Akhirat kelak

Semoga Allah mempertemukan kita kembali di Surga

Ayahku Engkau adalah idolaku.





AYAH

 AYAH

Oleh : Asep Saepul Adha

 

Ayah

Meski kekuatan ragamu mulai surut kini

Namun semangatmu selalu pasang setiap hari

Terus mengajari kami tegak berdiri

Ditengah lautan kehidupan yang penuh onak dan duri

Bendera Tauhid kau tancapkan kokoh di hati kami

Senandung nasihatmu kuatkan iman kami

Walau kadang terlihat marah tapi kami sungguh menikmati

Membuat kami siap mengarungi hari dan menyadari segala salah diri

 

Ayah

Kitab-kitab kesayanganmu kini menyibukkan harimu

Kau terjemahkan sebagai warisan anak cucu

Agar mereka memiliki patokan mencintai Tuhan tanpa keliru

Kegigihanmu demi kami agar tak teralih di zaman canggih

Walau kitab asli tak pandai kami baca dan sulih

Kau siapkan mahakaryamu sebagai bentuk asih

 

Namun suatu senja...

Waktu seakan berhenti bagi sembilan bersaudara

Tatkala kau panggil kami dengan cinta

Kau ungkapkan harapanmu dengan terbata

Bila waktunya tiba kuburkan aku disana

AYAHKU MOTIVATORKU

 By : Yusri

بِسْمِ اللّٰهِ الَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Kenangan indah masa kecilku bersamamu

Selalu terukir dalam bingkai cinta yang biru

Kau ajari aku mengenal Rabb-ku 

Menjelang senja berbalut sendu

Sejuknya percikan air wudhu 

Lelahnya raga, rayuan Adzan yang sangat kutunggu

Tuk bersantap bersama dalam sajian yang teramu


Ayah, kita telusuri jalan desa

Agar aku bisa menikmati lembayung senja

Dengan hamparan persemaian yang tertata

Nyiur melambai-lambai ditiup angin sepoi-sepoi basa

Pematang sawah yang bertahta bagai stupa

Sejauh mata memandang nun jauh di sana

Tadabbur alam mengagumi ciptaan-Nya


Alunan tadarrus bacaan al-Qur'an

Menghiasi ruang berlantai papan

Berdinding bambu yang teranyam pakan

Itulah tempat kita menghimpun banyak teman

Menuntut ilmu dalam satu ikatan

Ukhuwah Islamiyah berbalut persahabatan

Kan terukir indah selama hayat dikandung badan


Kau selalu ungkapkan kebanggaan

Saat aku selalu berada di garda terdepan

Kulihat genangan air matamu tertahan

Namun raut wajahmu penuh kebahagiaan

Kau selalu mendukungku tanpa beban

Kau amanahkan ilmu dalam sirat pesan 


Kini gubuk itu telah berubah 

Menjadi konstruksi bangunan yang megah

Namun aku masih terlarut dalam ghirah

Lorong waktu yang naik dan merendah

Kutelusuri tanpa lelah

Semoga bakti ini selalu terbalut lillah

Kupegang teguh amanah, insya Allah


Kini ragamu kuyu termakan usia

Namun semangatmu tetap menyala

Cita-citamu menembus cakrawala

Harapkan generasi penerusmu hidup berjaya

Berbalut takwa dan berakhlak mulia

Berpegang teguh tegakkan dienul 'ulya

Menebar ilmu sebagai amal jariya





Yusri, Smd

KALA FAJAR MENYINGSING by: Yusri

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

 Selamat pagi para Sahabat kalam,

Fajar telah menyibakkan Tabir malam 

Mengusir gelap malam yang kelam

Kuhaturkan sapa lewat salam

Dengan wajah ceria tanpa muram

Menunggu Sang surya menyapa alam


Suara adzan yang merdu merayu

Membawa hati dalam suasana syahdu

Penghambaan yang tergerak dalam ruku

Dalam sujud semuanya berserah tanpa ragu

Tiada kata yang ambigu

Karena yakin Al-'Alim Maha Tahu


Semoga sahabat kalam tetap sehat

Jauh kemelut berbalut afiyat

Pantik api motivasi kobarkan  semangat

Agar naluri literasi menggeliat

Tuk menebar ilmu yang bermanfaat

Yang membawa selamat dunia akhirat


Awali hari dengan untaian do'a

Lewat butiran kata dalam tasbih cinta

Pada al-Malik,  penguasa jiwa dan raga

Semoga niat di hati selalu tertata

Agar sinar Ilahi memancar dalam gulita

Hingga terusir rasa duka nestapa


اَللّٰهُمَّ بِكَ اَصْبَحْنَاوَبِكَ اَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَاِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Yusri, Smd

RINDU TAK BERTEPI by:Yusri


 Aku sedang tidak mau dibelai rindu

Aku tak ingin tersiksa dengan rasa yang semu

Hasrat ingin berteriak histeris dalam sendu

Agar terlepas dari belenggu

Yang membuat hatiku pilu


Biarlah rindu itu menembus cakrawala

Dan mengisi ruang hampa

Di antara puing-puing satelit yang berkeliaran

Karena rinduku tak mungkin menemui penawarnya


Jarak yang terpaut jauh tak berujung

Dan aku tak ingin terbuai rasa yang mengusung

Biarkan dia terus melambung

Karena tak mungkin tuk tersambung


Kuingin lepas landas dengan sayapku

Tanpa ada yang mengganggu imajiku

Kuyakinkan hati tanpa rasa ragu

Suatu saat aaminku ada titik temu


Saat mahabbahku pada-Mu tertawan

Kucari penawar yang mempan

Biarlah cinta dan rindu ini kutitipkan

Pada-Mu di sepertiga malam


Kuronce butiran  rindu

Menjadi untaian tasbih cinta yang syahdu

Di setiap hela nafas kupandu

Maa fii qalby ghairullaah a'taqidu


Ramadhan syahrun mubarak

Kuingin berdamai dengan rindu yang menyesak

Nuansa surgawi yang semarak

Qiyamullail  tuk padukan cinta tanpa Syak







Yusri,  Smd

SIMPAI TERLEPAS


Saat simpai terlepas

Lidi-lidi nyaris terhempas

Terurai tanpa utas


Inilah tamsil organisasi

Saat pemimpin beraksi

Melangkah dan permisi


Ikatlah mata jaring

Kita  tetap seiring

Senandung rindu tetap nyaring


Putiba, Yusri-Sumedang

LUKISAN SANG MAHA KARYA By:Yusri


 Jernihnya air bercermin langit

Dihiasi tangga pelangi yang terkait

Di birunya danau angan melangit

Butiran  asa terangkai dalam  bait


Lukisan dalam panorama

Lembah hijau penuh irama

Simponi alam diiringi gaung menggema

Menyelinap damaikan sukma


Dalam rayuan kalam ilahi tersurat

Sungguh penciptaan langit dan bumi tersemat

Dan seisi kauniyah adalah ayat

Bagi insan yang bertabiat taat


Semilir angin seakan berlagu

Lirih menyapa ciptakan sendu

Celoteh burung yang kian merdu

Seruling gembala nyanyikan senandung rindu


 Berpayung langit teduhkan rasa

Betapa kecilnya raga langitkan asa

Rabbanaa maa khalaqta haadzaa baathilaa

Subhaanaka faqinaa 'adzaaban-naar


Yusri, Smd

Puisi Para Perindu di Komunitas KAUSAKu



Puisi ini hasil kontemplasi dan muhasabah diri para perindu di komunitas KAUSAKu4NKRI.  Meski spontan tersebab tantangan Kang Founder, namun mengkristal jualah dan berhasil dikemas dalam balutan Canva lalu di-PDF-kan untuk dapat dinikmati oleh sesama.

Inilah, dari Hatinya Para Perindu:

PUISI-PUISI RINDU SAHABAT KAUSA-Ku oleh Asep Gunawan

Do'a

 Ya Allah... 

Aku letakkan harapan dan impianku hanya kepada-Mu

Bantu aku mencapai impianku satu per satu

Dan aku mohon kuatkan aku dalam prosesnya

Aku percaya ketika aku meletakkan semua rencanaku kepada-Mu

Engkau pasti tidak pernah mengecewakanku

Ada manusia yang pura-pura kuat dihadapan manusia lain

Namun rapuh di atas sejadah

Karena dia tahu, 

Hanya Allah yang tidak bisa dia tipu.

MERINDUKAN AMPUNAN ALLAH

Karya : Desri Yanti, Palembang, yantidesri4@gmail.com.


Tuhan ... 
Betapa aku merindukan diri-Mu
Merindukan ampunann-Mu
Merindukan kasih sayang-Mu

Tuhan...
Aku hanyalah hambamu yang lemah
Hambamu  yang tidak punya daya 
Sungguh aku tak kuasa tanpa kehadiran-Mu

Tuhan ...
Betapa aku merasakan kebodohan ku 
Begitu banyak hari hari ku berlalu sia sia
Tak mampu aku manfaatkan dengan hal yang berguna

Tuhan... 
Aku telah melewatkan bulan Ramadhan mu di tahun lalu
Bulan yang penuh dengan kemuliaan dan berlimpah ampunan
Aku tak tahu ..
Akankah aku bisa menjumpai nya lagi di tahun ini

Tuhan .. 
Berilah aku kembali kesempatan 
Untuk berjumpa dengan bulan Ramadhan 
Bulan yang penuh keberkahan...
Dimana segala amal kebaikan Engkau lipat gandakan pahalanya.

Tuhan...
Izinkan aku berjumpa dengan malam lailatul qodar
Aku ingin menangis dan bertobat atas segala kekhilafan...
Aku ingin merasakan betapa bahagianya aku
BersamaMu di sepanjang malam..

Tuhan...
Aku merindukan bulan Ramadhan
Aku merindukan kemuliaan dan keberkahannya
Aku merindukan berlipat gandanya pahala
dan aku merindukan ampunaMU ya Allah .....