Berbagi Ilmu

Tags

Berbagi Ilmu

Oleh Asep Saepul Adha

(Catatan tanpa tujuan)

 

Berbagi itu indah, apalagi kalau yang dibagikan itu ilmu. Bahkan kalau boleh saya katakan, berbagi ilmu itu sama dengan 'berbagai indah'. Kenapa demikian, karena kalau diberikan kepada orang lain bukan hilang malah bertambah, karena oleh yang menerima akan dikembangkan dan dikasihkan sama orang lain lagi, bukankah itu berkembang, dan sesuatu yang berkembang bukankah indah, lihat bunga yang berkembang, indah kan

Orang yang dibagi ilmu pasti tidak lupa dari siapa ilmu itu didapat (bahkan penulis biasanya mencantumkan sumber ilmunya), dan ilmu yang ia dapatkan kemudian ia tularkan dengan orang lainnya, maka ilmunya akan semakin berkembang, dan ingat pahala pemberi ilmu yang pertamakali akan senantiasa bertambah selama masih ada yang mengamalkan ilmunya, inilah yang disebut 'Amal Jariyah yang berbuah Pahala Jariyah, pahalanya tiasa putus.

Sesuai dengan hadits Riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah r.a. Tentang Keutamaan Berdakwah.

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

Artinya: “Siapa saja yang mengajak kepada petunjuk (kebenaran), maka baginya pahala (kebaikan) seperti pahala orang yang mengikutinya dan itu tidak mengurangi sedikit pun pahala mereka yang mengikutinya. Dan siapa saja yang mengajak kepada kesesatan (keburukan), baginya menanggung dosanya seperti dosa orang yang mengikutinya. Itu tidak mengurangi sedikitpun dari dosa mereka yang mengikutinya”. (HR. Muslim)

Berbagi ilmu tidak perlu ruang dan waktu, kapan dan dimana saja bisa, apalagi di zaman sekarang fasilitas berbagi cukup banyak, bisa lewat group WA, Twitter, Instagram dan lain-lain. Jangan menganggap bahwa aplikasi WhatsApp, Twitter atau Instagram itu jelek. Baik dan buruknya aplikasi tergantung pengguna aplikasi itu sendiri.

Kalau selama ini terjadi perselingkuhan setelah mengaktifkan WhatsApp, apakah Aplikasi WhatsApp-nya yang salah ? Kalau kita membuat baju kepada tukang jahit, lantasnya bajunya jelek tidak sesuai keinginan, apakah mesin jahitnya yang salah atau tukang jahitnya yang salah ?

Aplikasi WhatsApp bisa bermanfaat baik jika dimanfaatkan dengan baik, seperti bisa dipakai untuk berbagi ilmu mengajar antar guru, dipakai berbagi tutorial antar sesama teman. Seluruh Indonesia bisa mengikuti suatu kegiatan hanya lewat aplikasi WhatsApp.

Mari kita manfaatkan sebuah aplikasi dengan bijak, gunakanlah aplikasi itu untuk hal-hal yang baik, bahkan gunakanlah sebagai sarana untuk berbagi ilmu intra dan antar profesi. meningkatkan mahabbah kepada Rasulullah, meningkatkan kegiatan pengabdian kepada Allah SWT.

Sekali lagi jangan salahkan aplikasinya ya, bagaimana orang yang memanfaatkan aplikasi tersebut.

Salam Literasi !

Sebuah Komunitas Belajar, Berkarya dan Berbagi Manfaat bagi Ummat.
0896-5422-30-30