Tantangan Menulis Lima Paragraf dari Lima Kata
Oleh : Asep Saepul Adha
Kata yang harus dikembangkan adalah ; MALAM, DINGIN, SEPI, SULIT dan SENDIRI
Kurangkai lima kata tersebut menjadi lima paragraf dan kuberi Judul "Sepertiga Malam"
Malam merupakan suatu
keadaan dimana Bumi tidak menghadap Matahari, pada masa ini digunakan oleh
sebagian makhluk tidak terkecuali manusia sebagai waktu beristirahat, setelah
selama siang hari melakukan aktifitas mencari ‘sesuatu’ untuk memenuhi
kebutuhannya.
Karena malam sifatnya yang ‘sunyi’,
zaman dulu sering dipakai oleh sebagian orang untuk menimba dan menambah ilmu,
terutama ilmu agama dengan kegiatan mengaji.
Waktu
Maghrib sampai dengan Isya, dimanfaatkan orang terutama anak-anak untuk
mengaji, pak Kiayi mengajar santrinya lebih banyak di malam hari, kegiatan ini
dilakukan baik di rumah, di surau atau di masjid.
Sekarang kegiatan seperti ini sudah
pudar, luntur karena perkembangan ilmu pengetahuan dan perkembangan zaman.
Orang (anak-anak) lebih senang internetan (searching, main game, dan lain-lain)
daripada membaca Al-Qur’an. Bahkan anak-anak dan banyak juga orang tua kalau
main game sampai lupa waktu, nggak sadar kalau sudah larut malam.
Karena sifatnya yang sunyi, maka malam
oleh sebagian orang yang taat kepada Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa
dimanfaatkan untuk bermunajat kepada-Nya. sebagai tuhannya, memohon ampunan-Nya
dengan melakukan shalat Tahajjud.
Udara di sepertiga malam yang dingin
tidak mempengaruhi hamba yang taat untuk menyembah-Nya, untuk memohon ridho-Nya
agar diperkenankan mendapat surga-Nya kelak, untuk memohon agar rizki yang
diberikan-Nya adalah rizki yang halal, dan berbagai macam permohonan manusia
sebagai hamba kepada Tuhannya.
Keadaan malam hari yang sepi
membuat orang khusu’ melantunkan do’a dan permintan. Sepelit apapun orang,
kalau diminta terus menerus dengan kalimat yang merayu, maka tentunya hatinya
akan leleh dan berusaha memenuhi permintan yang meminta. Itu orang, apalagi
Allah SWT. Tuhan Yang Maha Kaya dan Maha Mendengar, sesuai dengan janji-Nya,
permintaan hamba-Nya baik dilakukan sembunyi ataupun terang terangan, maka
Allah akan mengambulkan segala do’anya, sebagaimana firman-Nya dalam surat Al
Ghafir ayat 60 : ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗ “Berdoalah
kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu”.
Tidak ada sesuatu yang sulit
bagi Allah, asal hambanya meminta dengan sungguh-sungguh niscaya dikabukan
oleh-Nya. Yang jadi masalah adalah, ketika Allah mengabulkan do’a hambanya,
sering yang berdo’a tidak merasa bahwa yang ia dapatkan adalah bukan pemberian
Allah SWT. (sebagai bukti dikabukan do’anya), ia beranggapan bahwa yang ia
dapatkan adalah sebagai hasil usaha sendiri, ia tidak sadar segiat dan
sekeras apapun kita berusaha kalau Allah tidak memberikan karunia rizki
kepadanya, maka usahanya tidak akan memberikan hasil.
Wallaahu A’lam.