Wanita Shalihah dalam Al Quran

Tags

Ketika seorang wanita dapat menjaga dirinya demi kepentingan agama, maka ia akan menjadi sebuah perhiasan dunia yang elok dipandang dan baik akhlaknya.

Sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwasannya Rasulullah SAW pernah bersabda: “Dunia adalah kenikmatan, dan sebaik-baik kenikmatan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim).


1. Qanitat
Qanitat artinya sangat patuh dan taat dalam menjalankan perintah-Nya. Wanita akan dianggap shalihah jika ia selalu mengerjakan apa yang diperintahkan dan menjauhi hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Sebagaimana yang Allah SWT telah firmankan:
…, sebab itu maka wanita yang shaleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka) wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya,”(QS. An Nisa: 34).

2. Shadiqat
Shadiqat ini dimaknai sebagai sifat dan perilaku yang jujur dan benar kepada diri sendiri, Allah, maupun sesama manusia. Untuk menjadi wanita shalihah, perkataan apapun yang keluar dari mulutnya harus ucapan yang jujur dan benar apa adanya.

Al Qur’an menegaskan: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al Ahzab: 70-71).

3. Shabirat
Shabirat juga termasuk salah satu ciri wanita shalihah yang disebutkan di dalam Al Quran. Shabirat berarti sabar dalam menghadapi ujian, tidak pantang menyerah, apalagi putus asa.
Sebagaimana Allah SWT berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al Baqarah: 153).

4. Khasyiat
Khasyiat yakni khusyuk dalam memilihara hubungannya (ibadah) dengan Sang Maha Pencipta. Wanita yang memiliki hubungan baik dengan Tuhannya, termasuk wanita shalihah yang hidupnya penuh dengan keberuntungan.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnya,” (QS. Al-Mu’minuun: 1-2).

5. Sha’imat
Sha’imat bisa juga dimaknai sebagai amal ibadah puasa. Namun, puasa yang dimaksud bukan hanya sekadar menahan rasa lapar dan haus saja melainkan juga menahan diri dari segala larangan-Nya.
Wanita yang selalu berpuasa termasuk ke dalam golongan orang-orang bertakwa. Sebagaimana yang tercantum dalam firman Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS. Al-Baqarah: 183).

6. Dzakirat
Dzakirat berarti mengingat Allah SWT. Wanita yang shalihah sudah tentu akan selalu mengingat Allah, dalam keadaan susah maupun senang, sempit atau lapang. Sebab menurutnya, hanya Allah SWT yang dapat menolong hidupnya.

Allah SWT berfirman: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan meningat Allah hati menjadi tenteram,” (QS. Ar-Ra’du: 28).

#Dikutip dari buku Perempuan Islam Dalam Berbagai Perspektif (Politik, Pendiidkan, Psi, Eko, Sos, Budaya): Bintang Pustaka oleh Dr. Anita Marwing dan Dr. Yunus.

juju. J

Sebuah Komunitas Belajar, Berkarya dan Berbagi Manfaat bagi Ummat.
0896-5422-30-30