بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dinginnya pagi menusuk tubuhku, belaian bayu mencandai setiap helai daun dan kelopak bungaku seakan ingin menjatuhkan butiran embun yang berkilau sisa kisah derai hujan semalam. Kuawali rutinitas pagiku untuk menembus kabut sutera menuju persemaian benih-benih generasi penerus bangsa. Dengan rangkaian kesibukan sebagai ibu rumah tangga yang harus mempersiapkan buah hati untuk menjalani harinya, mengiringi langkahnya menuju majlis ilmu.
Ada secercah harapan yang terbersit di benakku, semoga mereka kelak menjadi investasi akhiratku. Dengan segenggam cinta lewat untaian do'a mereka sebagai birrul waalidain. Rabbii hab lii minas-shaalihiin.
Yaa Rabb, karuniailah aku putera-puteri yang shaleh shalehah.
Menyusup di keramaian hiruk-pikuk jalan raya sebagai arena perang antara hidup dan mati. Kehati-hatian harus selalu menjadi prioritas utama dengan kendaraan yang berhimpitan. Semua mengejar target untuk sampai di tempat bhakti dengat cepat, selamat dan akurat.
Keceriaan bunga-bunga hidup menyambutku dengan salam dan sapa. Betapa hatiku merasa ada kepuasan dan kebahagiaan yang terlalu indah untuk kurangkai menjadi kisah di suasana pagi ini. Wajah-wajah lugu, tanpa beban mewarnai gambaran kegembiraan mereka dalam menjalani setiap lembaran kisah pertualangan anak manusia mengiringi setiap perkembangan sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya.
Rukuh dan sajadah seolah melambaikan tangan untuk segera kuraih dan memulai aktifitas pagi untuk membersamai mereka sebagai motivator dan fasilitator menanamkan internalisasi nilai-nilai religi dalam kegiatan pesantren Ramadhan 1444 H.
بِسْمِ اللّٰهِ تَوَكَّلْتُ عَلَی اللّٰهِ لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ اِلَّابِاللّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
Ready to be a great teacher.Go for it!
Yusri, Smd.
