Hujan di pagi ini menahan sejenak langkahku menuju persemaian benih-benih generasi bangsa, namun detik jarum jam membisikkan kepadaku dengan suaranya yang lirih, lanjutkan terus langkahmu sebagaimana akupun selalu melangkah tanpa henti mengitari setiap lintasan takdirku.
Aku segera beranjak dan menyingsingkan lengan baju untuk siap melaksanakan tugas tanpa banyak berdalih karena amanat pendidikan dan tugas yang harus dipertanggungjawabkan di suatu hari nanti.
Kuraih jas hujan dan mengantar aku menerobos rintikan hujan yang sedikit mereda. Sesampainya di tempat persemaian kulihat kupu-kupu surga telah berkumpul di halaman sambil melihat ke langit. Salah seorang dari mereka menyambutku :"ibu, lihat di sana ada pelangi!" Akupun seraya melihat pelangi terbentang di langit." Maasya Allah betapa indahnya lukisan Sang Maha Karya!", spontan aku bergumam. Pelangi terdiri dari lingkaran berwarna-warni yang terlihat seperti busur cahaya. Pelangi sudah tampak samar-samar , kesenangan melihat pelangi di pagi hari adalah saat ketika keindahan alam memenuhi langit dan menciptakan suasana yang magis.
Cahaya mentari masih bersembunyi di horison dan tersaring oleh udara yang mengandung kelembaban. Aku melanjutkan langkahku seraya menuju ruang guru dan membunyikan bell karena waktu telah memasuki jadwal masuk. Tetap semangat menebar benih-benih generasi Rabbany, mendampingi langkah mereka untuk merangkai asa mengikuti zaman mereka, menjadi pelangi yang selalu menghiasi relung hati para guru dengan rona-rona yang sangat mengesankan.
Tetap bersyukur atas nikmat yang dianugerahkan pagi ini dengan segenap do'a pada Sang Pencipta semoga kita selalu dalam lindungan-Nya.💪💪
