بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Saat bulan Ramadan, buka puasa menjadi momen yang paling dinantikan oleh umat muslim. Hal ini adalah manusiawi sesuai dengan hadits Rasulullah SAW. yang berbunyi :
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ
Artinya :"Orang yang berpuasa akan meraih dua kegembiraan yaitu ketika berbuka puasa/berhari raya dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya"
Rasa bahagia saat berbuka adalah naluri manusia. Saat kelelahan dan rasa lapar memuncak, dihadapkan pada hidangan yang menyejukkan. Menurut Quraish Shihab ada makna yang lebih jauh dari itu berdasarkan psikologis, yakni orang akan cenderung gembira ketika telah berhasil mengendalikan dirinya. "Kenapa ada perasaan gembira itu, sementara psikologis berkata,"karena jiwa manusia selalu senang apabila berhasil untuk mengendalikan nafsunya". Keberhasilan mengendalikan nafsu itulah yang menjadikan kita bergembira ketika berpuasa. Bukan karena makanan yang terhidang atau kelezatan makanan itu".
Sebelumnya juga, Quraish Shihab juga memaparkan makna di balik kalimat "مرْحَبًا يَا رَمَضَانَ" itu berarti hati kita lapang menyambutnya, hati kita senang dengan kehadirannya. Dan berarti juga bahwa kita siap untuk mengambil bekal dalam melanjutkan perjalanan menuju Allah SWT. Kita siap memperbaiki kekurangan-kekurangan kita di dalam bulan Ramadhan ini", ungkap dia.
Sunnah berbuka puasa memiliki manfaat serta mendatangkan pahala bagi siapapun yang mengerjakannya. Terlebih, ketika bulan Ramadan amalan yang dikerjakan akan mendapat kebaikan berlipat ganda, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang berbunyi:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ اٰدَمَ يُضَاعَفُ الْحَنسَنَةُ عَشْرُ اَمْثَالِهَا اِلَی سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللّٰهُ عَزَّ وَجَلَّ اِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهٗ لِيْ وَاَنَا أَجْزِيْ بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهٗ وَطَعَامَهٗ مِنْ اَجْلِی (رَوَاهُ مُسْلِمُ)
"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta'ala berfirman (yang artinya), "Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku," (HR Muslim).
Sunnah Berbuka Puasa sesuai Ajaran Rasulullah SAW
1. Menyegerakan Waktu Berbuka
Salah satu sunnah buka puasa ialah menyegerakan waktu berbuka. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Muslim.
لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوْا الْفِطْرَ
"Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka," (HR Muslim).ا
2. Buka Puasa dengan Kurma atau Air Putih
Sunnah lainnya yaitu berbuka puasa dengan menggunakan kurma atau air putih. Dalam sebuah hadits riwayat Anas bin Malik ia mengatakan:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
“Dari Anas bin Malik, ia berkata : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air“.
Hadits diatas mengandung beberapa pelajaran berharga, antara lain:
Dianjurkannya untuk berbuka puasa dengan ruthab (kurma basah), apabila tidak ada maka boleh memakan tamr (kurma kering), jika tidak ada pula maka minumlah air.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan beberapa buah kurma sebelum melaksanakan shalat. Hal ini merupakan cara pengaturan yang sangat teliti, karena puasa itu mengosongkan perut dari makanan sehingga liver (hati) tidak mendapatkan suplai makanan dari perut dan tidak dapat mengirimnya ke seluruh sel-sel tubuh. Padahal rasa manis merupakan sesuatu yang sangat cepat meresap dan paling disukai liver (hati) apalagi kalau dalam keadaan basah. Setelah itu, liver (hati) pun memproses dan melumatnya serta mengirim zat yang dihasilkannya ke seluruh anggota tubuh dan otak.
Air adalah pembersih bagi usus manusia dan itulah yang berlaku alamiyah hingga saat ini.
Imam Ibnul Qayim rahimahullaah memberikan penjelasan tentang hadits di atas, beliau berkata :
“Cara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbuka puasa dengan kurma atau air, mengandung hikmah yang sangat mendalam sekali. Karena saat berpuasa lambung kosong dari makanan apapun. Sehingga tidak ada sesuatu yang amat sesuai dengan liver (hati) yang dapat di disuplai langsung ke seluruh organ tubuh serta langsung menjadi energi, selain kurma dan air. Karbohidrat yang ada dalam kurma lebih mudah sampai ke liver (hati) dan lebih cocok dengan kondisi organ tersebut. Terutama sekali kurma masak yang masih segar. Liver (hati) akan lebih mudah menerimanya sehingga amat berguna bagi organ ini sekaligus juga dapat langsung diproses menjadi energi. Kalau tidak ada kurma basah, kurma kering pun baik, karena mempunyai kandungan unsur gula yang tinggi pula. Bila tidak ada juga, cukup beberapa teguk air untuk mendinginkan panasnya lambung akibat puasa sehingga dapat siap menerima makanan sesudah itu”.
3. Berdoa Saat Berbuka Puasa
Ketika waktu berbuka tiba, seorang muslim bisa membaca doa buka puasa, berikut lafalnya:
Doa Berbuka Puasa Menurut HR Bukhari dan Muslim
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Artinya:" Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmatMu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Bisa juga membaca doa buka puasa sesuai dengan hadits yang diriwayatkan olehAbu Dawud.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا قَالَ:كَانَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّی اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّت الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللّٰهُ (رَوَاهُ اَبُوْ دَاوٗدَ
Artinya: "Dari Ibnu Umar r.a. ia berkata: ۟"Rasulullah saw. jika berbuka puasa beliau berdo'a : Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat kerongkongan dan semoga pahalanya ditetapkan jika Allah Menghendaki,"(H.R. Abu Dawud)
Keutamaan Berbuka Puasa
Dijelaskan dalam buku Ensiklopedia Amal Shaleh Jilid 3 oleh Tim Ahnaf bahwa buka puasa tidak hanya memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, melainkan juga mengandung banyak keutamaan. Apa saja? Berikut pembahasannya.
1. Diberi Kebaikan
Allah SWT akan memberi kebaikan kepada hamba-Nya yang menyegerakan waktu berbuka. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW, beliau bersabda:
لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوْا الْفِطْرَ
"Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka," (HR Bukhari & Muslim).
2. Dicintai Allah SWT dan Diampuni Dosa-dosanya
Keutamaan lainnya ialah dicintai oleh Allah SWT dan diampuni segala dosa-dosanya. Dalam surat Ali Imran ayat 31, Allah berfirman:
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Artinya: "Katakanlah: 'Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu', Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang," ۥ
3. Waktu yang Mustajab untuk Berdoa
Saat berbuka merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT. Ini sesuai dengan janji Rasulullah SAW yang berbunyi:
عَنْ اَبِی هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّی اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَةٌ لَا تَرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: اَلْإِمَامُ الْعَادِل وَ اَلصَّائِمُ حَتَّی يُفْطِرَوَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ يَرْفَعُهَا اللّٰهُ دُوْنَ الْغَمَامِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَفْتَحُ لَهَا اَبْوَابَ السَّمَآءِ وَيَقُوْلُ: بِعِزَّتِیْ لَأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِيْنٍ (حَدِيْثُ حَسَن اَخْرَجَهُ التِّرْمِذِی وَابْنُ مَاجَه وَاَحْمَدُ)
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Tiga orang yang doanya tidak tertolak: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka, dan doa orang yang terzalimi, Allah akan mengangkatnya di bawah naungan awan pada hari kiamat, pintu-pintu langit akan dibukakan untuknya seraya berfirman: Demi keagungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu meski setelah beberapa saat.”
(Hadis Hasan diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).
وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمُرَادِهِ
Semoga kita selalu diberi kekuatan, keistiqamahan, kemampuan, dalam melaksanakan ketaatan dalam beribadah,khususnya di bulan Ramadhan Mubarak serta terjaga dari segala aral melintang dan kepayahan.
حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلِ نِعْمَ الْمَوْلَی وَنِعْمَ النَّصِيْرِ
Wassalam.
Kutipan:
Al-Qur'an dan Terjemahnya, Al-Bayan 2001 Drs. H Ahmad Tohaputra;
Shahih Bukhari Muslim, Al Lu'lu wal Marjan, 2020;
Ensiklopedia anaka shaleh jilid 3 Tim Ahnaf.
Quraish Shihab tentang berbuka puasa.
