MUDIK DARI SUDUT PSIKOLOGIS by:Yusri

Tags


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

 Kucing saja PULANG!

Jangan kaget kalau seekor kucing bisa menemukan jalan pulang. Tidak tersesat meski telah dibuang oleh pemeliharanya. Fenomena alam ini ternyata bintang ini secara alamiah memiliki kemampuan khusus yang disebut  "homing instinct" atau insting pulang. Pendapat tersebut didukung dengan eksperimen yang dilakukan pada tahun 1954.

Dengan menggunakan medan magnetik Bumi dikombinasikan dengan semacam alat navigasi yang terdapat pada bagian tertentu tubuh binatang itu seekor kucing dapat  menemukan rumah semula yang ditinggalinya. 

Sebuah projek yang dilakukan oleh Lost Pet Research memprediksi  kucing yang berpergian 50-80 mil atau 80-128 km perlu waktu 2,5 tahun, 38 mil dalam 6 bulan dan 20 mil dalam 21 hari.

Mudik 

Boleh jadi mudik manusia dalam tradisi hari raya keagamaan pulang ke kampung halamannya dianalogikan sebagai tindakan instingtif sebagaimana dijumpai pada perilaku alamiah binatang.  Yakni sebagai suatu pola perilaku yang tidak dipelajari tetapi telah ada sejak secara turun-temurun (filogenetik). 

Atau sebagai bawaan yang bersifat instuisi (instuition). Apalagi instinct dan intuition hampir serupaan yang lebih mengarah ke basic behavior. Pendek kata sebagai "sleeps under its deepest heart" yakni tidur di bawah hatinya yang terdalam.

Dalam psikoanalisis kerap disetarakan dengan naluri yaitu tenaga psikis bawah sadar dari kombinasi antara naluri kehidupan dan naluri kematian.

Fenomena Kucing pun Pulang, Budaya Mudik itu, mengandung filosofi yang dalam, seperti itulah ketika kita mempersiapkan bekal di saat akan pulang dan kepulangan yang sangat didambakan, ditunggu-tunggu sekalipun harus banting tulang peras keringat untuk mengadakan bekal tak pernah dikeluhkan, begitu pun di saat perjalanan pulang walau harus macet berdesak-desakan bukan hanya tenaga yang terkuras bahkan materi harus dikeluarkan, namun semua itu tidak menjadi beban yang berarti, bahkan senang dalam menjalaninya. Mengapa? Sebab mata hati telah melihat kampung halaman bahkan hati telah sampai pada tujuan. Begitulah bagi siapa saja yang menjalani hidup laksana di perantauan. Hidup sebagai modal untuk mencari bekal pulang saat ajal datang, tak pernah merasa beban bahkan senang karena hati telah sampai tujuan.

Sebuah Komunitas Belajar, Berkarya dan Berbagi Manfaat bagi Ummat.
0896-5422-30-30