MENGENAL AWAL KALIMAT 30 JUZ DALAM AL-QUR'AN

Tags

By : Yusri
بِسْم اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

 Sejarah Pembagian 30 Juz Al-Qur'an 

 Dahulu para sahabat Nabi Muhammad SAW membagi isi Al-Qur’an ke dalam 7 bagian, bukan 30 juz seperti sekarang ini. Pembagian isi Qur'an itu dimulai dari Surah Al-Baqarah terus ke belakang yakni, 3 surah, 5 surah, 7 surah, 9 surah, 11 surah, 13 surah, kemudian mufashshal.

Syekh Ali Jum'ah, ulama besar asal Mesir mengatakan, Al-Qur’an memiliki ayat, kalimat, huruf. Orang-orang Islam menghitung itu semua, menghitung ayat, kalimat dan huruf Al-Qur’an.

Lalu, Al-Qur’an dibagi menjadi 30 juz dengan pertimbangan jumlah huruf. Tiap juz hampir sama dengan juz setelah dan sebelumnya, sebab kadang hitungan berhenti di tengah ayat, sehingga dimulai dari awal ayat untuk juz setelahnya.

“Tiap juz diketahui ukurannya. Maka ketika Al-Qur’an dicetak yang dimulai dari orang-orang Turki dalam tulisan yang Indah, khat Arab yang disebut dengan ‘Darkanar’ yang artinya ‘dalam lingkaran’,” kata Syekh Ali Jumah.

Dalam Darkanar, 1 juz dijadikan 20 Halaman. Setiap halaman 15 baris. Di setiap halaman diawali dengan ayat dan diakhiri dengan ayat yang utuh. Kemudian, juz dibagi menjadi dua (setengah juz atau hizb), lalu dibagi menjadi empat yang disebut rubu.

“Maka dalam satu juz terdapat delapan bagian, 8X30=240 rubu di dalam Al-Qur’an,” ucap Syekh Ali Aljumah.

Sebagian ahli sejarah berpendapat, pembagian 30 juz Al-Qur’an dimulai pada masa Hajjaj bin Yusuf (w. 95 H). Ibnu Taimiyyah (w. 728 H) menyebutkan, pembagian Al-Qur’an menjadi 28, 30, 60 bagian itu terkenal sejak masa Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi (w. 95 H).

Ibnu Abi Daud (w. 316 H) menyebutkan sebuah kisah, Hajjaj bin Yusuf bertanya kepada para qurra’ dan hafidz Al-Qur’an di masanya.

“Jika Al-Qur’an dibagi 2 bagian berdasarkan bilangan hurufnya, batasnya sampai mana?” tanyanya. Para qurra’ menjawab, “Sampai kata (وليتلطف)."

Maka hari ini beberapa mushaf masih mewarnai kata itu dengan tinta yang berbeda dengan lainnya, biasanya dengan tinta merah. Hajjaj bin Yusuf bertanya lagi, jika dibagi menjadi 1/3, 1/4, 1/5, 1/6, dan 1/7.

Para qurra’ pun menjawabnya dengan detail pembagian Al-Qur’an dalam 3, 4, 5, 6, 7 bagian sesuai dengan jumlah huruf. Itu agar memudahkan orang yang ingin mengkhatamkan Al-Qur’an tiap 2 hari sekali, 3 hari sekali sampai 7 hari sekali.

Hajjaj bin Yusuf hanya bertanya sampai 7 bagian, tidak sampai 30 bagian. Hajjaj bin Yusuf (w. 95 H) sendiri terkenal mengkhatamkan Al-Qur’an sehari sekali.

Meski tak jelas sejarah siapa yang pertama kali membagi Al-Qur’an menjadi 30 juz, namun sangat terkenal sampai hari ini. Menurut Ibrahim bin Ismail al-Abyari (w. 1414 H), hal itu karena pembagian 30 juz cocok dengan pembagian hari dalam sebulan.


Sebuah Komunitas Belajar, Berkarya dan Berbagi Manfaat bagi Ummat.
0896-5422-30-30