بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Pengertian Nuzulul Quran Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW. Secara bahasa, Nuzulul Quran berasal dari dua kata, yakni Nuzul dalam mu'jam al munjid fi al-lughah
"نُزُوْلًا مِن عُلُوٍّ اِلَی اَسْفَل (menurunkan sesuatu dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah) dan Al Quran (kitab suci umat Islam). Sehingga, Nuzulul Quran dapat diartikan peristiwa turunnya Al Quran dari tempat yang tinggi ke muka bumi. Sedangkan makna secara lengkap, Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya Al Quran dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad untuk digunakan sebagai petunjuk bagi umat Islam.
Syekh Muhammad bin Ahmad al-Qurthubi menegaskan: "Tidak ada perbedaan bahwa al-Qur'an diturunkan dari Lauh al-Mahfuzh pada malam Lailatul Qadar secara keseluruhan (jumlatan waahidah), maka al-Qur'an terlebih dahulu diletakkan di Baitul Izzah di langit dunia. Kemudian Jibril menurunkannya secara berangsur-angsur (najman-najman) tentang perintah, larangan dan asbabunnuzul lainnya. Proses turunnya al-Qur'an secara total ini terjadi di bulan Ramadhan malam Lailatul Qadar".
Sejarah Turunnya Al Quran Al Quran pertama kali diturunkan di Gua Hira, sebelah utara Mekkah, pada 17 Ramadan 610. Oleh karena itu, Nuzulul Quran diperingati oleh umat Muslim pada malam ke-17 Ramadan. Turunnya Al Quran dibagi lagi ke dalam dua periode, yakni periode Mekkah, yang disebut ayat Makkiyah dan periode Madinah yang dikenal dengan ayat Madaniyah.
Kisah Nabi Muhammad Sebelum Diangkat Menjadi Rasul Selama periode Mekkah, pada umumnya ayat yang diturunkan berisi tentang akidah (paham terkait keimanan) dan tauhid (dasar ajaran agama Islam). Pada periode ini, terdapat 86 surat yang diturunkan selama 12 tahun lima bulan. Sedangkan ayat yang turun di Madinah umumnya berkaitan dengan muamalat (hubungan manusia sebagai makhluk sosial), syariat (aturan dalam kehidupan Islam), dan hukum Islam. Pada periode setelah hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah, terdapat 28 surat yang diturunkan selama sembilan tahun sembilan bulan. Ayat terakhir Al Quran yang turun adalah surat Al-Maidah ayat ke-5.
Keutamaan Nuzulul Quran
Berikut ini adalah keutamaan malam Nuzulul Quran, peristiwa turunnya Al Quran ke bumi pada 17 Ramadan lebih baik dari seribu bulan. Disebut lebih baik dari seribu bulan memiliki makna bahwa amalan dan ibadah yang dilakukan dalam malam Nuzulul Quran lebih baik dari amalan yang dilakukan selama seribu bulan.
Ayat-ayat Tentang Peristiwa Nuzulul Quran
1. Surat Al-Baqarah ayat ke 185
Dalam surat al-Baqarah ayat 185 jelas diterangkan bahwa Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan
شَهْر مضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهْرُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْه
Artinya : "Bulan ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)."
2. Al-Anfal ayat ke 41
Ayat yang menjadi dasar peringatan Nuzulul Quran pada setiap 17 Ramadhan adalah karena salah satunya mengacu pada surat Al-Anfal ayat 41.
وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya, "Dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Furqan ialah : pemisah antara yang hak dan yang bathil.
Yang dimaksud dengan hari al-Furqan ialah hari jelasnya kemenangan orang islam dan kekalahan orang kafir, yaitu hari bertemunya dua pasukan peperangan Badar, pada hari Jum'at tanggal 17 Ramadhan tahun kedua hijrah. Sebagian Mufassirin berpendapat bahwa ayat ini mengisyaratkan kepada hari permulaan turunnya al-Qur'anul Karim pada malam 17 Ramadan.
3. Surat Al-'Alaq ayat 1-5
Peristiwa Nuzulul Quran pada 17 Ramadhan mengacu pada peristiwa saat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu untuk pertama kalinya di Gua Hira, yaitu berupa Al-Quran surat Al-'Alaq ayat 1-5.
اِقْرَأْ بِسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَالمْ يَعْلَمْ
Artinya: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."
4. Surat Al-Qadr Ayat ke 1, 3, dan 4
Salah satu keutamaan dari malam nuzulul quran yang akan kita temui di bulan Ramadhan yaitu bahwa malam penurunan Al-Quran terjadi pada Lailatul Qadar, dimana merupakan malam yang sangat mulia daripada seribu bulan. Sesuai dengan Surat Al-Qadr ayat 1,3, dan 4:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar."
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
Artinya: Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ
Artinya: Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.
5. Surat Al-Dukhan Ayat ke 3
Keutamaan dari peristiwa Nuzulul Quran adalah bahwa turunnya Al-Quran terjadi pada malam yang diberkahi. Dan Allah SWT menurunkan Al-Quran ke bumi sebagai peringatan.
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ
Artinya: Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.
Yang dimaksud malam yang diberkati ialah malam al-Qur'an pertama kali diturunkan.
6. QS. Asy-Syu'ara' Ayat ke 193
Utusan Allah SWT untuk membawakan Al-Qur'an ke dalam hati Nabi Muhammad SAW adalah Ruh al-Amin atau malaikat Jibril. Al-Quran benar-benar diturunkan sebagai peringatan dengan bahasa Arab.
نَزَلَ بِهِ الرُّوْحُ الْاَمِيْنُ ۙ
Artinya : "Yang dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril)"
Tahapan Turunnya Al-Qur'an
Dikutip dari nu.or.id Al-Quran tidak hanya diturunkan pada malam Lailatul Qadar saja, tetapi terdapat tiga fase dalam proses penurunannya.
Fase pertama, turunnya Al-Quran adalah ketika kitab suci ini diturunkan ke Lauhul Mahfudz secara keseluruhan (jumlatan waahidah). Fase pertama ini sudah disepakati oleh para mufassir. Dalil fase pertama ini adalah firman Allah swt berikut:
بَلۡ هُوَ قُرۡءَانٞ مَّجِيدٞ (21)فِي لَوۡحٖ مَّحۡفُوظِۢ (22)
Artinya: "Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur'an yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh". (QS. Al-Buruj [85]: 21-22)
Fase kedua, ini merupakan lanjutan dari fase sebelumnya. Untuk fase kedua turunnya kitab suci Al-Quran, kitab suci ini diturunkan secara utuh dari Lauhul Mahfudz ke Baitul 'Izzah pada bulan Ramadhan, bertepatan dengan malam Lailatul Qadar. Ayat yang menjadi landasan untuk fase ini adalah firman Allah SWT berikut:
شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدٗى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٖ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ
Artinya, "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)." (QS. Al-Baqarah [2]: 185)
Terdapat hadits yang mendukung dalil tersebut:
فُصِلَ القُرْآنُ مِنَ الذِّكْرِ )أي: اللّوح المحفوظ(، فَوُضِعَ فِي بَيْتِ العِزَّةِ مِنَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا، فَجَعَلَ جِبْرِيلُ عليه السّلام يَنْزِلُ بِهِ عَلَى النَّبِيِّ صلّى الله عليه وسلّم
Artinya: "Al-Qur'an dipisahkan dari ad-Dzikr (Lauhul Mahfudz) lalu diletakkan di Baitul Izzah di langit dunia. Kemudian Jibril menyampaikannya kepada Nabi saw." (HR. Hakim dalam al-Mustadrak)
Pada fase kedua ini, Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an al-'Adzim, Fakhruddin al-Razi dalam Mafatih al-Ghaib, Abdurrahman as-Sa'di dalam Tafsir as-Sa'di, dan pakar tafsir lalinnya, sepakat bahwa Al-Qur'an diturunkan pada bulan Ramadhan secara utuh dari Lauhul Mahfudz ke Baitul 'Izzah.
Fase ketiga, ini merupakan fase terakhir dari turunnya Al-Quran. Pada fase ini, Al-Qur'an diturunkan melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw. Ayat-ayat yang turun berangsur sesuai dengan konteks peristiwa saat itu. Dalil yang menjadi dasar fase ketiga ini adalah firman Allah SWT berikut.
نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ (193)عَلَىٰ قَلۡبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ عَرَبِيّٖ مُّبِينٖ (196)
Artinya: "Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas." (QS. As-Syu'ara [26]: (193-195)
Dari Lauhul Mahfudz, Jibril menerima Al-Quran dari malaikat penjaga secara berkala selama dua puluh malam. Lalu, Jibril menurunkan Al-Quran kepada Nabi Muhammad saw berangsur selama dua puluh tahun. Ada yang mengatakan lebih dari itu.
نجمة عليه جبرائيل #في مدة حتى انقضى التنزيل لبث في انزاله سنينا # حسابها زاد على العشرين
Artinya: "Jibril berangsur menurunkan Al-Quran padanya (Nabi Muhammad saw) selama waktu tertentu, sampai selesai Al-Quran diturunkan"
"Turunnya selama beberapa tahun, lebih dari 20 tahun lamanya." (Al-Arjuzah al-Munabihah, hal. 86-87)
Kitab yang diturunkan pada bulan Ramadhan bukan hanya kitab suci Al-Quran tetapi kitab-kitab terdahulu juga diturunkan pada bulan Ramadhan, namun yang membedakan adalah kitab-kita lain diturunkan secara sekaligus, sedangkan Al-Quran secara berangsur-angsur sesuai konteks tertentu. Itulah yang menjadikan Al-Quran istimewa.
Semoga kita bisa menyerap sinar hidayah dari al-Qur'an dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi syafaat di yaumil jazaa. Aamiin yaa rabbal'aalamiin.
Referensi:
Al-Qur'an dan terjemahnya, Al-Bayan;
Al-Munjid fi al-lughah, daar el-Masyriq Beirut;
Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur'anil 'Azhim.
